Konsep Kelelahan Mental (Burnout) dalam Al-Qur’an: Analisis Tematik terhadap Ayat-Ayat Al-Futur dan Al-Lughub
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep kelelahan mental (burnout) dari perspektif Al-Qur’an melalui pemetaan semantik term al-futur dan al-lughub, menganalisis korelasi konseptualnya dengan psikologi modern, serta merumuskan kerangka etiologi, manifestasi, dan solusinya. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (mawdhu’i) dan analisis semantik, sumber data penelitian ini mencakup ayat-ayat Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir utama, serta literatur psikologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menggambarkan burnout secara holistik melalui dua terminologi kunci: al-lughub yang beririsan langsung dengan dimensi emotional exhaustion (kelelahan emosional ekstrem), dan al-futur yang menaungi dimensi depersonalization (sikap apatis) serta reduced personal accomplishment (penurunan daya jiwa). Etiologi burnout dalam Al-Qur’an bersumber dari pelanggaran prinsip keseimbangan (tawazun), pemaksaan beban melebihi kapasitas (at-taklif ma la yutaq), serta disorientasi niat dan hilangnya jangkar spiritual (dzikrullah). Adapun solusinya dilakukan secara integratif, yakni pemulihan emosional (al-lughub) melalui katarsis shalat, tawakal, dan istirahat (nawm/layl), serta pemulihan motivasional (al-futur) melalui reorientasi niat (tashhih an-niyah) dan pemaknaan ulang tujuan hidup. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan psikologi Qur’ani serta panduan praktis pengelolaan kesehatan mental yang berorientasi pada kesejahteraan hakiki (falah).
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Al-Ghazālī, A. H. (2004). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn. Beirut, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Iṣfahānī, A. R. (2008). Al-Mufradāt fī gharīb al-Qur’ān. Beirut, Lebanon: Dār al-Ma‘rifah.
Al-Muḥāsibī, A. (2003). Ar-Ri‘āyah li-ḥuqūq Allāh. Beirut, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-‘Umar, N. S. (1991). Al-Futūr: Al-maẓāhir, al-asbāb, wa al-‘ilāj. Riyadh, Saudi Arabia: Dār al-Waṭan.
Aṭ-Ṭabarī, M. J. (2002). Jāmi‘ al-bayān ‘an ta’wīl āy al-Qur’ān (Jilid 21). Kairo, Mesir: Dār Hijr.
Bastaman, H. D. (2011). Integrasi psikologi dengan Islam: Menuju psikologi Islami. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.
Freudenberger, H. J. (1974). Staff burn-out. Journal of Social Issues, 30(1), 159–165. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1974.tb00706.x
Ibn Fāris, A. (1979). Mu‘jam maqāyīs al-lughah (Jilid 5). Beirut, Lebanon: Dār al-Fikr.
Ibn Kathīr, I. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘aẓīm (S. Salāmah, Ed.). Riyadh, Saudi Arabia: Dār Ṭayyibah.
Ibn Manẓūr, M. (1994). Lisān al-‘Arab. Beirut, Lebanon: Dār Ṣādir.
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Organizational Behavior, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for psychiatry. World Psychiatry, 15(2), 103–111. https://doi.org/10.1002/wps.20311
Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52, 397–422. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.397
Mohammed Zabidi, A. F., Jumat, N. H. B., & Majid, L. B. A. (2026). Al-Futūr al-Rūḥī in the Qur’ān: A semantic-field model of spiritual weakening. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 27(1), 327–350. https://doi.org/10.14421/qh.v27i1.6893
Schaufeli, W. B., Maslach, C., & Marek, T. (Eds.). (1993). Professional burnout: Recent developments in theory and research. New York, NY: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315227979
Shihab, M. Q. (2022). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Tangerang, Indonesia: Lentera Hati.
World Health Organization. (2019). Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases. Geneva, Switzerland: WHO. https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases