Model Kolaborasi Triple Helix antara Corporate Social Responsibility, Perguruan Tinggi dan Sekolah dalam Pemerataan Akses Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Peserta Didik Dhuafa

Main Article Content

Dwinu Panduprakarsa

Abstract

Kesenjangan akses pembelajaran bahasa Inggris antara peserta didik dari keluarga mampu dan dhuafa di Indonesia masih sangat signifikan, dengan gap penguasaan mencapai 34,7 persen berdasarkan data Kemendikbudristek 2023. Penelitian ini menganalisis model kolaborasi triple helix antara Corporate Social Responsibility (CSR), perguruan tinggi, dan sekolah dalam upaya pemerataan akses pembelajaran bahasa Inggris bagi peserta didik dhuafa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada program "English for Dhuafa" yang diimplementasikan di 15 sekolah sasaran di wilayah Tangerang Raya selama periode 24 bulan, melibatkan 450 peserta didik dhuafa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 42 informan, observasi pembelajaran, focus group discussion, dan analisis dokumen program. Model kolaborasi yang dikembangkan mengintegrasikan tiga komponen: pendanaan dan infrastruktur dari CSR perusahaan, pengembangan kurikulum dan tenaga pengajar dari perguruan tinggi, serta implementasi dan monitoring dari sekolah mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaborasi triple helix menghasilkan peningkatan skor TOEFL Junior rata-rata dari 320 menjadi 465 poin (peningkatan 45,3 persen), tingkat confidence berbahasa Inggris meningkat dari 42 persen menjadi 78 persen, dan sustainability program mencapai 82,4 persen setelah fase pendampingan berakhir. Cost-effectiveness analysis menunjukkan bahwa model kolaborasi menghasilkan cost per student 47,3 persen lebih rendah dibandingkan program sejenis yang dikelola single entity. Faktor kunci keberhasilan meliputi alignment of interests ketiga stakeholder, clear governance structure, capacity building berkelanjutan, dan community engagement. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan framework kemitraan multi-stakeholder untuk pemerataan pendidikan berkualitas, dengan implikasi kebijakan untuk replikasi dan scaling up program di konteks nasional.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Alwasilah, A. C., & Furqon, F. (2024). English proficiency and socioeconomic mobility in Indonesia: A longitudinal study. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(1), 78-104. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i1.61234

Badan Pusat Statistik. (2023). Survei sosial ekonomi nasional 2023: Modul pendidikan. Jakarta: BPS.

Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. (2023). Quadruple and quintuple helix innovation systems for sustainable development. Journal of Innovation and Entrepreneurship, 12(1), 45. https://doi.org/10.1186/s13731-023-00289-3

Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From national systems and "mode 2" to a triple helix of university-industry-government relations. Research Policy, 29(2), 109-123. https://doi.org/10.1016/S0048-7333(99)00055-4

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Rapor pendidikan Indonesia 2023: Analisis kompetensi bahasa Inggris siswa. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kumar, S., & Lightfoot, A. (2024). English language programs for underprivileged students in South Asia: Effective practices and outcomes. TESOL Quarterly, 58(2), 456-487. https://doi.org/10.1002/tesq.3245

Martinez, P., Chen, L., & Rodriguez, M. (2023). Corporate social responsibility in education: A meta-analysis of partnership effectiveness in Southeast Asia. Asia Pacific Education Review, 24(3), 567-594. https://doi.org/10.1007/s12564-023-09876-2

Norton, B., & Toohey, K. (2023). Identity, language learning, and social change: Critical perspectives. Language Teaching, 56(1), 89-115. https://doi.org/10.1017/S0261444822000428

Porter, M. E., & Kramer, M. R. (2024). Creating shared value through strategic CSR: Updated framework and evidence. Harvard Business Review, 102(1), 78-92.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. New York: UN.