Relevansi Pendidikan Karakter menurut Ki Hajar Dewantara terhadap Peningkatan Akhlak Siswa di SDIT Bintang Tangerang Selatan

Main Article Content

Afiati Aryani

Abstract

Pendidikan karakter merupakan landasan utama dalam membentuk kepribadian dan karakter moral siswa. Di sekolah formal, penanaman nilai-nilai moral sangat penting agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur. Persoalan moral masih memprihatinkan: di Kota Tangerang Selatan tercatat 211 kasus kekerasan sepanjang Januari–Juni 2026 dengan mayoritas korban merupakan anak-anak hingga remaja sebanyak 118 orang. Kondisi ini menegaskan pentingnya pandangan Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan upaya menghaluskan budi pekerti sehingga tercipta keseimbangan antara cipta (intelektual), rasa (emosi), dan karsa (kemauan) dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara terhadap peningkatan akhlak siswa di SDIT Bintang Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SDIT Bintang Tangerang Selatan memiliki keterkaitan dengan konsep Ki Hajar Dewantara melalui penerapan sistem Among (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani), yang diwujudkan dengan pemberian keteladanan, bimbingan, dan pembiasaan perilaku positif. Praktik tersebut berkontribusi pada peningkatan akhlak siswa yang terlihat pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kebersihan, kesantunan, hubungan sosial, kejujuran, dan pelaksanaan ibadah, meskipun penerapan nilai-nilai tersebut masih memerlukan konsistensi lebih lanjut dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya pendidikan bagi manusia. Jurnal Buana Pengabdian, 1(1), 66–72. https://doi.org/10.36805/jurnalbuanapengabdian.v1i1.581

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Relevansi. In Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. Retrieved July 29, 2026, from https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/relevansi

Darojat, M. H. (2021). Transformasi pendidikan pesantren pada abad 21. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3(1).

Dewantara, K. H. (1977). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka: Pendidikan (Jilid I). Yogyakarta: UST-Press bekerja sama dengan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hikmatullah, W. (2026, July 26). Kasus kekerasan anak di Kota Tangsel 2026 meningkat. SuaraBanten.id. Retrieved from https://banten.suara.com

Khobir, A., Nasrudin, M., & Rif’iyati, D. (2022). Etika religius dalam pandangan Ibn Hazm al-Andalusi. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sinar. (2021). Peran pengawas di era global: Terobosan baru meningkatkan profesionalitas guru. Yogyakarta: Deepublish.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.

Suwahyu, I. (2018). Pendidikan karakter dalam konsep pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 23(2), 192–204. https://doi.org/10.24090/insania.v23i2.2292

Tafsir, A. (2019). Filsafat pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/43920