Strategi Personal Branding dalam Membangun Reputasi Profesional Generasi Z Berprestasi: Studi Kasus pada Aditya Fadillah Aridwianto
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital mendorong Generasi Z untuk membangun personal branding sebagai bagian dari upaya membentuk reputasi profesional. Prestasi dan kompetensi yang dimiliki tidak selalu menghasilkan citra profesional yang kuat apabila tidak dikomunikasikan secara terarah, konsisten, dan relevan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding seorang talenta muda Generasi Z berprestasi dalam membangun reputasi profesional berdasarkan empat indikator Montoya dan Vandehey, yaitu clarity, consistency, uniqueness, dan relevance. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan desain studi kasus tunggal. Informan terdiri atas satu informan kunci dan empat informan pendukung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, termasuk terhadap representasi identitas profesional pada LinkedIn. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa clarity tercermin dalam kejelasan nilai, kompetensi, dan arah karier; consistency tampak pada keselarasan antara citra, perilaku, dan rekam jejak profesional; uniqueness terbentuk melalui autentisitas, keberagaman pengalaman, kemampuan komunikasi, dan pengalaman internasional; sedangkan relevance terlihat dari kesesuaian pengalaman dan kompetensi dengan bidang kerja serta tujuan karier. Keterpaduan keempat indikator tersebut memperkuat kepercayaan, kredibilitas, dan pengakuan profesional, sementara LinkedIn berfungsi sebagai media pendukung dalam mengomunikasikan pengalaman dan kompetensi secara profesional.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik pemuda Indonesia 2022. Jakarta, Indonesia: Author. https://www.bps.go.id/id/publication/2022/12/27/6791d20b0b4cadae9de70a4d/statistik-pemuda-indonesia-2022
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://study.sagepub.com/creswellrd4e
Dimock, M. (2019, January 17). Defining generations: Where Millennials end and Generation Z begins. Pew Research Center. Retrieved from https://www.pewresearch.org/short-reads/2019/01/17/where-millennials-end-and-generation-z-begins/
Fombrun, C. J. (1996). Reputation: Realizing value from the corporate image. Boston, MA: Harvard Business School Press. https://books.google.com/books/about/Reputation.html?id=m_4Cbz5f5uUC
Gaza, M. (2025). “Gen Z malas dan gampang resign?”: Analisis wacana kritis atas representasi negatif dalam media massa. Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia, 48(1), Article 4. https://doi.org/10.7454/jmui.v48i1.1098
Gogali, V. A., & Tsabit, M. (2022). Personal branding konten kreator melalui citra diri mahasiswa di Instagram (Studi deskriptif kualitatif pada akun @Jeromepolin). Jurnal Media Penyiaran, 1(2), 117–123. https://doi.org/10.31294/jmp.v1i2.991
Kartajaya, H. (2010). Brand operation: The official MIM Academy coursebook. Jakarta, Indonesia: Esensi Erlangga Group. https://satudata.trenggalekkab.go.id/dataset/258/2023/daftar-bahan-pustaka-perpustakaan-umum-dinas-kearsipan-dan-perpustakaan-kabupaten-trenggalek/40300
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://study.sagepub.com/miles3e
Montoya, P., & Vandehey, T. (2002). The personal branding phenomenon: Realize greater influence, explosive income growth and rapid career advancement by applying the branding techniques of Michael, Martha & Oprah. Santa Ana, CA: Peter Montoya Inc. https://books.google.com/books/about/The_Personal_Branding_Phenomenon.html?id=ZIt0rdXb7y0C
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2022. Jakarta, Indonesia: Author. https://ojk.go.id/id/Fungsi-Utama/Perilaku-Pelaku-Usaha-Jasa-Keuangan/SNLIK/Pages/Booklet-Survei-Nasional-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-2022.aspx
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816
Rachmawati, D. (2022). Pandangan Generasi Z mengenai personal branding online fresh graduates dalam mencari pekerjaan. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21(1), 137–149. https://doi.org/10.32509/wacana.v21i1.1916
Rahayu, T., Marka, M. M., Septanti, A. L., & Nijwah, I. S. (2024). The role of personal branding in increasing Generation Z career success. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 12(3), 673–682. https://doi.org/10.37641/jimkes.v12i3.2530
Schwandt, T. A. (2000). Three epistemological stances for qualitative inquiry: Interpretivism, hermeneutics, and social constructionism. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of qualitative research (2nd ed., pp. 189–213). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://experts.illinois.edu/en/publications/three-epistemological-stances-for-qualitative-inquiry-interpretiv/
Sembada, D. A., Ramadhiansyah, D., & Soekah, J. M. (2025). Transformasi fungsi LinkedIn sebagai alat personal branding dalam ekosistem profesional digital: Studi kasus pada Generasi Z di Indonesia dan Jerman. Medkom: Jurnal Media dan Komunikasi, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.20473/medkom.v6i1.77778
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://study.sagepub.com/yin6e