Peran Komunikasi Interpersonal Ibu dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar pada Anak Fatherless di Jakarta Utara: Studi Kasus di SMP Mahatma Gading Intercultural School
Main Article Content
Abstract
Kondisi fatherless dapat menimbulkan berbagai tantangan bagi perkembangan anak, seperti berkurangnya dukungan emosional, rendahnya rasa percaya diri, dan menurunnya motivasi belajar. Dalam kondisi tersebut, ibu memiliki peran penting dalam memberikan dukungan emosional, pendampingan, dan motivasi melalui komunikasi interpersonal yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal ibu dalam menumbuhkan motivasi diri berprestasi akademik pada anak fatherless di SMP Mahatma Gading Intercultural School. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas empat anak fatherless sebagai informan kunci serta dua informan pendukung, yaitu seorang ibu dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal ibu berlangsung melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Berdasarkan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead, anak memaknai komunikasi ibu sebagai bentuk kasih sayang, perhatian, dukungan, kepercayaan, perlindungan, dan pengorbanan. Pemaknaan tersebut membentuk konsep diri positif, memperkuat ketahanan emosional, serta menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar dan mempertahankan prestasi akademik. Dengan demikian, komunikasi interpersonal ibu berperan penting dalam menumbuhkan motivasi berprestasi akademik pada anak fatherless.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Afriliani, A., Rahman, N., & Praptiningsih, N. A. (2025). Peran komunikasi keluarga dalam membangun resiliensi remaja madya fatherless di Jakarta Barat. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 119–137. doi:10.21009/COMM.034.08
DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book (14th ed.). Boston, MA: Pearson.
Efendi, E., Fadila, F., Sitorus, K. T., Pratama, T., & Hsb, W. A. (2024). Interaksionisme simbolik dan prakmatis. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1088–1095. doi:10.47467/dawatuna.v4i3.514
Efrita, L., & Febriani, E. (2024). Pola komunikasi ibu single parent dalam pembentukan karakter anak. Forum Ilmiah, 18(4), 32–46.
Fatmila, F., Ismiati, & Indra, S. (2025). Dampak fatherless terhadap perkembangan emosional remaja. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(2), 125–134. doi:10.51339/isyrof.v7i2.4376
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Qomariyah, I. N., Maradika, A. W. Y., Amelia, U. N., Firdausi, F. S., Akbar, A. F., & Muwakhidah, M. (2024). Komunikasi interpersonal konselor dalam layanan bimbingan dan konseling menurut perspektif siswa. Teaching, Learning, and Development, 2(2), 77–82. doi:10.62672/telad.v2i2.43
Rohmawati, L. I. (2024). Kecerdasan emosional anak-anak fatherless di Kalikondang Demak (Undergraduate thesis). Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Semarang, Indonesia. Retrieved from UIN Walisongo Repository.
Salasatikhana, S. I., & Destiwati, R. (2024). Analisis keterbukaan, empati, dan dukungan dalam hubungan single father dan anak: Peluang dan tantangan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(3), 1405–1422. doi:10.33367/ijhass.v5i3.5782
Syifa, Y., & Selian, S. N. (2025). Pola interaksi ibu dan anak pada keluarga single parent. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 1513–1523. doi:10.63822/k3bb0a07
Yulistiani, I. (2025). Strategi komunikasi emosional dengan storytelling untuk membangun engagement di media digital. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(2), 97–105. doi:10.47007/jkomu.v22i02.1816