Analisis Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Tren Olahraga Padel di Kalangan Generasi Z
Main Article Content
Abstract
Media sosial mengubah cara Generasi Z memaknai tren dan membentuk identitas, menjadikan Fear of Missing Out (FOMO) karakteristik psikologis yang dominan pada generasi ini. Namun, kajian FOMO masih didominasi konteks perilaku konsumtif berbasis kepemilikan barang, sementara tren yang menuntut keterlibatan fisik dan sosial belum banyak dikaji dari perspektif komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana FOMO dialami Generasi Z dalam tren olahraga padel di Jakarta. Pertumbuhan lapangan padel di Jakarta berlangsung sangat cepat, dari sekitar 10–15 lapangan pada awal tahun 2023 menjadi 326 lapangan pada akhir tahun 2025, tidak terlepas dari peran media sosial yang mempopulerkan padel sebagai simbol gaya hidup modern, sehat, dan eksklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, merujuk pada fenomenologi sosial Alfred Schutz, khususnya konsep because motive dan in-order-to motive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan Generasi Z serta observasi konten padel di Instagram dan TikTok, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan informan didorong because motive berupa paparan konten media sosial, pengaruh figur publik, dan tekanan sosial dari lingkar pertemanan, serta in-order-to motive berupa keinginan membangun citra diri, memperoleh rasa memiliki komunitas, dan mengadopsi identitas gaya hidup modern. Padel dikonstruksi sebagai brand gaya hidup melalui estetika visual, endorsement figur publik, dan konten buatan pengguna, yang berkembang menjadi digital branding pada level personal. FOMO padel terbukti lebih transformatif dibandingkan FOMO konsumtif karena menuntut investasi fisik, waktu, dan komitmen sosial yang lebih besar, sekaligus menegaskan relevansi fenomenologi Schutz untuk memahami tindakan sosial Generasi Z di ekosistem digital kontemporer.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alt, D. (2017). Students' social media engagement and fear of missing out (FoMO) in a diverse classroom. Journal of Computing in Higher Education, 29(2), 388–410. https://doi.org/10.1007/s12528-017-9149-x
Gupta, M., & Sharma, A. (2021). Fear of missing out: A brief overview of origin, theoretical underpinnings and relationship with mental health. World Journal of Clinical Cases, 9(19), 4881–4889. https://doi.org/10.12998/wjcc.v9.i19.4881
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
Puspitasari, D. S., Prista, D., & Sudarmiatain, S. (2025). Analysis of FOMO lifestyle and consumer behavior of Gen Z students towards viral goods. Trending: Jurnal Manajemen dan Ekonomi, 3(2), 183–192. https://doi.org/10.30640/trending.v3i2.4051
Putri, A. A., & Apriadi, D. (2025). Pengaruh konten viral terhadap FOMO generasi Z dalam konsumsi fashion di TikTok. Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi, 5(1), 131–142. https://doi.org/10.51903/jupea.v5i1.4566
Rahmania, F. A., Ramadhayanti, J. S., Andini, T. A. D., & Nugraha, S. P. (2023). Fear of missing out (FOMO) as a mediator of anxiety on social media fatigue in early adulthood. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(1), 85–92. https://doi.org/10.15575/psy.v10i1.20956
Rehman, A. (2025). Social media and youth identity formation. Journal of Language, Literature & Social Affairs, 1(1), 10–19. https://doi.org/10.63056/jllsa.1.1.2025.4
Turner, A. (2015). Generation Z: Technology and social interest. The Journal of Individual Psychology, 71(2), 103–113. https://doi.org/10.1353/jip.2015.0021
Vargas, G. M. (2020). Alfred Schutz's life-world and intersubjectivity. Open Journal of Social Sciences, 8(12), 417–425. https://doi.org/10.4236/jss.2020.812033
Wita, G., & Fansuri, I. M. (2022). Phenomenology in social study: A study of meaning construction. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 325–338.