Konsep Diri Generasi Z dalam Membangun Jejaring Sosial: Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 71 Jakarta

Main Article Content

Viola Agdiviyan Imanudin
Halomoan Harahap
Ballian Siregar
Dani Vardiansyah

Abstract

Konsep diri Generasi Z semakin terbentuk melalui perpaduan interaksi tatap muka dan interaksi digital, namun kajian yang secara khusus menghubungkannya dengan proses membangun jejaring sosial siswa di lingkungan sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep diri siswa Generasi Z di SMA Negeri 71 Jakarta, mendeskripsikan cara mereka membangun jejaring sosial di sekolah, serta menganalisis hubungan resiprokal antara keduanya. Menggunakan paradigma konstruktivis dengan desain studi kasus kualitatif bersifat instrumental, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat siswa yang dipilih secara purposive karena aktif dalam organisasi sekolah, didukung observasi dan dokumentasi, serta seorang Ketua Kurikulum sebagai informan pendukung untuk triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri keempat informan bersifat dinamis dan beragam, mulai dari percaya diri dan ekspresif hingga introver dan berhati-hati, yang terbentuk terutama melalui lingkungan pertemanan, keluarga, keterlibatan organisasi, dan media sosial. Jejaring sosial dibangun terutama melalui interaksi langsung dan keterlibatan aktif dalam organisasi sekolah, bukan semata melalui platform digital. Konsep diri dan pembentukan jejaring sosial ditemukan bersifat resiprokal: konsep diri yang lebih terbuka memudahkan siswa menjalin jejaring pertemanan yang lebih luas dan sehat, sementara umpan balik sosial yang positif kembali memperkuat rasa percaya diri. Dimaknai melalui Johari Window, data wawancara secara substantif hanya berhasil menangkap open area dan hidden area; blind area dan unknown area tetap berstatus proposisi teoretis yang tidak dapat dikonfirmasi secara empiris melalui desain wawancara satu perspektif ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Altman, I., & Taylor, D. A. (1973). Social penetration: The development of interpersonal relationships. New York, NY: Holt, Rinehart & Winston.

Anggarini, D. T. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi personal branding dalam membangun citra dan popularitas dalam media sosial. Business Innovation and Entrepreneurship Journal, 3(4), 259–268. https://doi.org/10.35899/biej.v3i4.341

Anita, L. N. (2024). Penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teori Johari Window untuk meningkatkan pemahaman konsep diri siswa SMP. Jurnal BK UNESA, 14(1), 28–33. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/58955

Apriyanti, H., Aeni, I. S., Kinaya, R. S., Nabilla, N. H., Laksana, A., & Latief, L. M. (2024). Keterlibatan penggunaan media sosial pada interaksi sosial di kalangan Gen Z. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 1(4), 229–237. https://doi.org/10.62383/sosial.v1i4.929

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025). Profil internet Indonesia 2025. Jakarta: APJII. https://survei.apjii.or.id/

Black, A., Warstadt, M. F., & Mamas, C. (2025). It’s who you know: A review of peer networks and academic achievement in schools. Frontiers in Psychology, 15, 1444570. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1444570

Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. Berkeley, CA: University of California Press.

Carpenter, A., & Greene, K. (2016). Social penetration theory. In C. R. Berger & M. E. Roloff (Eds.), The international encyclopedia of interpersonal communication (pp. 1–4). Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781118540190.wbeic0160

Costello, M. A., Bailey, N. A., & Stern, J. A. (2024). Vulnerable self-disclosure co-develops in adolescent friendships: Developmental foundations of emotional intimacy. Journal of Social and Personal Relationships, 41(9), 2432–2454. https://doi.org/10.1177/02654075241244821

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Egi Regita, Luthfiyyah, N., & Marsuki, N. R. (2024). Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri dan pembentukan identitas remaja di Indonesia. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(1), 46–52. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i1.830

Elkatmış, M. (2024). Examination of social media usage habits of generation Z. Frontiers in Psychology, 15, 1370823. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1370823

Evita, N., Prestianta, A. M., & Asmarantika, R. A. (2023). Patterns of media and social media use in Generation Z in Indonesia. Jurnal Studi Komunikasi, 7(1), 195–214. https://doi.org/10.25139/jsk.v7i1.5230

Fadhila, S. N., & Hudaniah, H. (2025). Hubungan antara konsep diri dan kemampuan komunikasi interpersonal pada Generasi Z pengguna media sosial. Cognicia, 13(2), 150–158. https://doi.org/10.22219/cognicia.v13i2.42168

Hartmann, A., Knigge, M., Lenkeit, J., Ehlert, A., Goth, K., & Spörer, N. (2024). The influence of adolescents’ self-perception of social relationships on personality functioning in the context of inclusive education. Frontiers in Psychology, 15, 1279623. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1279623

Hidayatullah, M. S., Rusnawati, R., Belaroza, G., Nabiyina, B. A. C., & Laksana, A. (2025). Peran digital dalam membentuk pola interaksi komunikasi interpersonal Generasi Z. SABER: Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi, 3(1), 40–45. https://doi.org/10.59841/saber.v3i1.1987

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park, CA: SAGE Publications.

Luft, J., & Ingham, H. (1955). The Johari window: A graphic model of interpersonal awareness. In Proceedings of the Western Training Laboratory in Group Development. Los Angeles, CA: UCLA Extension Office.

Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society: From the standpoint of a social behaviorist. Chicago, IL: University of Chicago Press.

Pérez-Torres, V. (2024). Social media: A digital social mirror for identity development during adolescence. Current Psychology, 43(25), 22170–22180. https://doi.org/10.1007/s12144-024-05980-z

Seno, L. H., Cahyudin, T. S., & Anugrah, M. L. (2025). Komunikasi digital mahasiswa Generasi Z: Pergeseran norma akademik di era Society 5.0. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 1(3), 1015–1025. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/690

Solihin, O., Anggreany, S., Rais, R., & Siregar, B. (2023). Komunikasi digital untuk motivasi Generasi Z meningkatkan keterlibatan dalam bidang pertanian Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 41(2), 79–95. https://fae.perhepi.org/index.php/FAE/article/view/36

Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zis, S. F., Effendi, N., & Roem, E. R. (2021). Perubahan perilaku komunikasi generasi milenial dan generasi Z di era digital. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 69–87. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15550