Ironi Kesalehan dalam Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis
Main Article Content
Abstract
Cerpen kanonik A.A. Navis, Robohnya Surau Kami dinobatkan sebagai cerpen terbaik majalah Kisah tahun 1955 dan kemudian dihimpun dalam kumpulan cerpen berjudul sama pada 1956 mendramatisasi ketegangan ini melalui struktur cerita berbingkai yang selama ini kerap dibaca secara dangkal, seolah-olah kedua tokoh sentralnya mengalami nasib tragis yang terpisah dan paralel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ironi kesalehan sebagai produk struktur naratif, menjelaskan pertentangan antara ibadah ritual dan tanggung jawab sosial pada kedua lapis cerita, serta mengungkap kritik sosial yang disampaikan pengarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, dengan kutipan dan peristiwa dari teks primer sebagai data, dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan, dengan keabsahan dijamin melalui triangulasi teori antara sosiologi sastra dan taksonomi ironi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi sentral cerita ini lahir dari cerita berbingkai: tokoh Haji Saleh bukan figur mandiri dalam alur utama, melainkan rekaan dalam kisah yang diceritakan Ajo Sidi, si tukang cerita desa, yang mengisahkan Haji Saleh taat beribadah ritual namun mengabaikan keluarga dan komunitasnya dijatuhi hukuman neraka oleh Tuhan meski seumur hidup rajin sembahyang, karena ia memilih ibadah di atas kerja keras dan kesejahteraan bersama. Kakek, tokoh utama cerita yang sesungguhnya dan penjaga surau seumur hidup yang juga telah mengorbankan pernikahan, keluarga, dan penghidupan duniawi demi ibadah ritual, mengenali dirinya sendiri dalam kekurangan Haji Saleh, dan karena terguncang oleh tuduhan implisit yang disampaikan lewat fiksi bukan konfrontasi langsung ia akhirnya mengakhiri hidupnya. Ironi yang bersifat reflektif ini, bukan sekadar situasional, menjadi inti kritik sosial Navis: religiusitas yang pasif dan formalistik, yang mengutamakan ritual di atas tanggung jawab sosial, terbukti destruktif terhadap diri sendiri ketika dihadapkan pada cerminannya sendiri.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abrams, M. H. (2018). A glossary of literary terms (11th ed.). Boston: Cengage Learning.
Andini, H. (2021). Analisis strukturalisme dinamik pada cerpen "Robohnya Surau Kami" karya A.A. Navis. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 2(2), 157–168. https://doi.org/10.55681/nusra.v2i2.147
Aziz, A., Hasanah, A., & Jamil, I. (2024). Analisis karakter spiritual dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya Ali Akbar Navis. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(6), 2246–2251. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/2805
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. (t.t.). A.A. Navis [Biografi tokoh]. Diakses dari https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/tokoh-detail/3397/a.-a.-navis
Damono, S. D. (1978). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Faruk. (2012). Pengantar sosiologi sastra: Dari strukturalisme genetik sampai post-modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kulsum, D. U., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Kritik sosial praktik keagamaan dalam cerpen "Robohnya Surau Kami": Kajian strukturalisme genetik. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 566–580. https://doi.org/10.25134/kj3fta41
Nasution, R. Y. (2021). Ajo "yang politis": Menggugat rezim partisi dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 1–25. https://www.neliti.com/publications/362742/ajo-yang-politis-menggugat-rezim-partisi-dalam-cerpen-robohnya-surau-kami-karya
Navis, A. A. (2010). Robohnya surau kami. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.