Retorika Luka dalam Puisi "Hujan Bulan Juni" dan "Aku Ingin" Karya Sapardi Djoko Damono

Main Article Content

Yuniar S. Hasan
Sarmina Ati

Abstract

Pengalaman kehilangan merupakan salah satu tema paling universal dalam sastra, namun mengartikulasikan luka batin yang mendalam melalui bahasa sehari-hari merupakan tantangan yang dijawab puisi melalui gaya bahasa. Meskipun karya Sapardi Djoko Damono telah banyak diteliti melalui pendekatan semiotika dan stilistika, masih sedikit kajian yang secara komparatif menelaah bagaimana gaya bahasa mengonstruksi "retorika luka" pada dua puisinya yang paling ikonik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasa dalam puisi "Hujan Bulan Juni" dan "Aku Ingin" karya Sapardi Djoko Damono serta menjelaskan bagaimana gaya bahasa tersebut mengonstruksi retorika luka dalam tema kehilangan. Menggunakan rancangan kualitatif deskriptif-interpretatif berbasis stilistika, penelitian ini menjadikan teks terverifikasi kedua puisi sebagai sumber data utama. Data berupa kata, frasa, dan larik dikumpulkan melalui teknik baca-catat dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dan keabsahannya dijamin melalui triangulasi teori serta diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika luka dibangun melalui empat gaya bahasa yang saling berjalin. Personifikasi menganimasikan hujan sebagai entitas yang tabah, bijak, dan arif, sehingga alam turut menjadi saksi atas kerinduan yang dipendam. Metafora mengubah kayu yang menjadi abu dan awan yang menjadi tiada sebagai bingkai cinta yang total dan rela meniadakan diri. Anafora "tak ada yang lebih…" yang berulang tiga kali dan "aku ingin mencintaimu dengan sederhana" menghasilkan ritme dan menegaskan komitmen emosional. Terakhir, kesederhanaan diksi yang disengaja meruntuhkan jarak estetis antara teks dan pembaca. Penelitian ini menegaskan bahwa Sapardi menyampaikan rasa sakit kehilangan melalui minimalisme kebahasaan, dan membuktikan bahwa pendekatan stilistika-retorika efektif mengungkap bagaimana struktur mikro kebahasaan menghasilkan kedalaman emosi dalam puisi Indonesia modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Aliefta, D. R. N., Mulyono, M., & Andalas, M. I. (2019). Romantika kesederhanaan dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono: Kajian stilistika. Jurnal Sastra Indonesia, 7(3), 179–183. https://doi.org/10.15294/jsi.v7i3.29843

Aminuddin. (2015). Stilistika: Pengantar memahami bahasa dalam karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Angesti, T., Sudrajat, R. T., & Sahmini, M. (2021). Analisis gaya bahasa pada puisi "Dalam Diriku" karya Sapardi Djoko Damono. Journal on Education, 4(1), 14–19. https://doi.org/10.31004/joe.v4i1.503

Damono, S. D. (1994). Hujan bulan Juni: Pilihan sajak. Jakarta: Grasindo.

Hasanah, E. (2023). Analisis stilistika dalam puisi "Hujan Bulan Juni" karya Sapardi Djoko Damono. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 1(3), 13–19. https://doi.org/10.61132/fonologi.v1i3.70

Keraf, G. (2016). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pradopo, R. D. (2010). Pengkajian puisi: Analisis strata norma dan analisis struktural dan semiotik (Cet. 12). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Putri, T. A. W., Sudiatmi, T., Saputri, F. R. D., & Astuti, S. D. (2023). Kesederhanaan cinta dalam puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 8(3). https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/252

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.

Warti, A. B., & Nabila, N. Y. (2022). Simbol penantian pada puisi Asmaradana karya Goenawan Mohamad dan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono: Kajian semiotika. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(4), 519–530. https://doi.org/10.17977/um064v2i42022p519-530

Yuniarti, L. (2023). Kajian stilistika: Analisis gaya bahasa puisi "Aku Ingin" karya Sapardi Djoko Damono dalam pembelajaran sastra. Pedagogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2), 71–76. https://doi.org/10.56393/pedagogi.v3i2.1701