Peran Komunikasi Interpersonal dalam Pengambilan Keputusan Pernikahan di Era Kehidupan Kerja Modern
Main Article Content
Abstract
Era kehidupan kerja modern ditandai oleh mobilitas tinggi, tekanan pekerjaan, dan pergeseran nilai sosial yang memengaruhi pola hubungan interpersonal, termasuk dalam pengambilan keputusan pernikahan. Fenomena keterlambatan usia menikah, meningkatnya jumlah lajang, dan naiknya angka perceraian di kota-kota besar menunjukkan bahwa pasangan semakin sulit mempertahankan komunikasi yang intens dan bermakna di tengah tuntutan karier. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi interpersonal dan faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan pernikahan di kalangan individu yang hidup dalam lingkungan kerja modern. Penelitian menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap 15 pasangan muda profesional berusia 25–35 tahun di Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang dipilih secara purposif, didukung data sekunder, dan dianalisis dengan pengodean tematik serta uji keabsahan cross check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan secara komprehensif dalam tiga aspek utama, yaitu membangun kepercayaan melalui keterbukaan diri bertahap sesuai Teori Penetrasi Sosial, mengelola konflik melalui dialog terbuka sesuai Teori Reduksi Ketidakpastian, serta menegosiasikan waktu dan komitmen melalui kombinasi komunikasi tatap muka dan digital.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Altman, I., & Taylor, D. A. (1973). Social penetration: The development of interpersonal relationships. Holt, Rinehart & Winston. https://archive.org/details/socialpenetratio00altm
Agustin Wulandari, T. (2013). Memahami pengembangan hubungan antarpribadi melalui teori penetrasi sosial. Majalah Ilmiah UNIKOM, 11(1), 103–114. https://repository.unikom.ac.id/30378/
Berger, C. R., & Calabrese, R. J. (1975). Some explorations in initial interaction and beyond: Toward a developmental theory of interpersonal communication. Human Communication Research, 1(2), 99–112. https://doi.org/10.1111/j.1468-2958.1975.tb00258.x
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Prenada Media.
Cahyani, T. D. (2020). Hukum perkawinan (Vol. 1). UMMPress.
Creswell, J. W. (2013). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fauziah, D. S., Tayo, Y., & Utamidewi, W. (2024). Peran komunikasi keluarga dalam pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja. Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(2), 479–487. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i2.4025
Fitrianah, R., Meiyuntariningsih, T., & Aristawati, A. R. (2023). Kepuasan pernikahan pasangan suami istri: Bagaimana peranan komunikasi interpersonal? INNER: Journal of Psychological Research, 2(4), 528–538. https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/753
Hardianti, R., & Nurwati, N. (2020). Faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada perempuan. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 111–120. https://doi.org/10.24198/focus.v3i2.28415
Hariyanto, D. (2021). Buku ajar pengantar ilmu komunikasi. Umsida Press. https://doi.org/10.21070/2021/978-623-6081-32-7
Moore, W. E. (1967). Social change. Prentice-Hall.
Morrisan. (2009). Teori komunikasi organisasi. Ghalia Indonesia.
Moss, S., & Tubbs, S. L. (2000). Human communication: Principles and contexts (8th ed.). McGraw-Hill.
Muhiddin, & Bahfiarti, T. (2003). Teori komunikasi antarpribadi. Universitas Hasanuddin Press.
Mulyana, D. (2010). Ilmu komunikasi suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
Razali, G., & Kom, M. I. (2020). Pengantar ilmu komunikasi, hakikat dan unsur-unsur komunikasi. Ilmu Komunikasi dan Informasi & Transaksi Elektronik, 1(1), 1–12.
Rogers, E. M., & Escudero, V. (2004). Relational communication: An interactional perspective to the study of process and form. Lawrence Erlbaum Associates.
Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: A multi-sample study. Journal of Organizational Behavior, 25(3), 293–315. https://doi.org/10.1002/job.248
Sennett, R. (1998). The corrosion of character: The personal consequences of work in the new capitalism. W. W. Norton & Company. https://search.worldcat.org/title/corrosion-of-character-the-personal-consequences-of-work-in-the-new-capitalism/oclc/59398195
Sihabuddin, N. K., & Nahuway, J. (2022). Pola komunikasi interpersonal orang tua dan anak pada keluarga broken home. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 1(2), 132–149. https://doi.org/10.30598/JIKPvol1iss2pp132-149
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Syafaruddin, Napitupulu, D. S., & Harahap, A. S. (2020). Komunikasi interpersonal kepala sekolah dalam pengambilan keputusan dan peningkatan mutu di SMA Al-Ulum Kota Medan. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 227–238. http://repository.uinsu.ac.id/8650/
Thibaut, J. W., & Kelley, H. H. (1959). The social psychology of groups. John Wiley & Sons.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Wahyudi, S. (2018). Peran komunikasi intrapersonal dalam membentuk persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian di Kabupaten Tapin. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 6(3), 40–47.
West, R., & Turner, L. H. (2011). Understanding interpersonal communication: Making choices in changing times (2nd ed.). Wadsworth Cengage Learning.
Yodiq, M. (2016). Peran komunikasi interpersonal kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru di sekolah menengah atas Islam Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 25–36. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/?p=2484