Etika sebagai Cabang Filsafat dalam Membangun Integritas Profesi Hukum: Perspektif Hukum Tata Negara
Main Article Content
Abstract
Etika sebagai cabang filsafat berperan penting dalam menilai benar-salahnya suatu tindakan, termasuk dalam profesi hukum. Namun, penegakan hukum di Indonesia masih diwarnai penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, dan korupsi yang mengindikasikan lemahnya penerapan etika sehingga menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Kajian terdahulu pun cenderung membahas etika filsafat dan etika profesi hukum secara terpisah, tanpa banyak mengaitkannya dengan kedudukan etika sebagai landasan konstitusional bagi pelaksanaan kewenangan penegak hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat etika sebagai cabang filsafat dalam profesi hukum, mengkaji keterkaitannya dengan etika profesi hukum dalam membentuk integritas penegak hukum, menjelaskan kedudukannya sebagai landasan fundamental kewenangan penegak hukum dalam perspektif Hukum Tata Negara, serta menganalisis implementasi dan implikasinya terhadap keadilan substantif dan kepercayaan publik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan yang bersifat deskriptif-analitis, mengkaji UUD NRI 1945, UU No. 48/2009, dan UU No. 18/2003 beserta literatur filsafat dan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika filsafat menjadi sumber nilai universal keadilan, kejujuran, tanggung jawab yang diterjemahkan ke dalam etika profesi hukum, sehingga keduanya komplementer membentuk integritas penegak hukum. Etika juga terbukti menjadi landasan konstitusional (Pasal 1 ayat (3) dan 24 ayat (1) UUD NRI 1945), sementara lemahnya komitmen etika menggerus keadilan dan kepercayaan publik, sedangkan etika yang kuat memperkuat keduanya.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alexander, L. (2006). The rule of rules: Morality, rules, and the dilemmas of law. Duke Law Journal, 56(1), 1–44. https://doi.org/10.2307/j.ctv123x7fs
Aristoteles. (2009). Nicomachean ethics (D. Ross, Trans.). Oxford University Press. (Original work published ca. 350 BCE)
Asshiddiqie, J. (2010). Perihal undang-undang. Rajawali Pers.
Bentham, J. (1996). An introduction to the principles of morals and legislation (J. H. Burns & H. L. A. Hart, Eds.). Clarendon Press.
Cane, P. (2002). Responsibility in law and morality. Hart Publishing.
Dworkin, R. (1975). Hard cases. Harvard Law Review, 88(6), https://www.jstor.org/stable/i257473
Dworkin, R. (1986). Law’s empire. Harvard University Press.
Fuller, L. L. (1969). The morality of law (Revised ed.). Yale University Press.
Green, L. (2018). Legal positivism. Dalam E. N. Zalta (Ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Winter 2018 ed.). Stanford University.
Hart, H. L. A. (1958). Positivism and the separation of law and morals. Harvard Law Review, 71(4), 593–629.
Hart, H. L. A. (2012). The concept of law (3rd ed.). Oxford University Press.
Himma, K. E. (2005). Inclusive legal positivism. Oxford Journal of Legal Studies, 25(1), 125–148. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199270972.013.0004
Kant, I. (2012). Groundwork of the metaphysics of morals (M. Gregor & J. Timmermann, Eds. & Trans.). Cambridge University Press.
Kelsen, H. (2005). Pure theory of law (M. Knight, Trans.). University of California Press.
Komisi Yudisial Republik Indonesia. (2014). Pedoman perilaku hakim.
Luban, D. (2004). Legal ethics and human dignity. Cambridge Law Journal, 63(1), 33–61. https://www.cambridge.org/core/books/legal-ethics-and-human-dignity/334BBFB388655C5806EBB811767AF335
MacIntyre, A. (1984). The virtues, the unity of a human life. Philosophy, 59(230), 445–463.
Magnis-Suseno, F. (2005). Etika dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral. Kanisius.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (t.t.). Kode etik dan pedoman perilaku hakim. https://www.mahkamahagung.go.id/
Marmor, A. (2004). The rule of law and its limits. Law and Philosophy, 23(1), 1–43. https://www.academia.edu/114696942/The_Rule_of_Law_and_Its_Limits
Marzuki, P. M. (2016). Penelitian hukum. Kencana.
Montesquieu. (1989). The spirit of laws (A. M. Cohler, B. C. Miller, & H. S. Stone, Eds. & Trans.). Cambridge University Press.
Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif. Genta Publishing.
Rawls, J. (1958). Justice as fairness. The Philosophical Review, 67(2), 164–194. https://www.academia.edu/98498177/John_Rawls_s_Concept_of_Justice_as_Fairness
Raz, J. (1977). The rule of law and its virtue. The Law Quarterly Review, 93(3), 195–211.
Shapiro, S. J. (2011). Legality. Harvard University Press.
Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.
Sunstein, C. R. (1995). Problems with rules. California Law Review, 83(4), 953–1026. https://chicagounbound.uchicago.edu/journal_articles/8522/
Tamanaha, B. Z. (2012). The history and elements of the rule of law. Singapore Journal of Legal Studies, 2012(2), 232–247. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2012845
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.