Analisis Framing pada Media Online Detik.com dan Kompas.com terhadap Pemberitaan Kasus Korupsi Pertamina
Main Article Content
Abstract
Kasus korupsi yang melibatkan PT Pertamina pada tahun 2025 menarik perhatian publik secara luas karena besarnya skala kasus serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap badan usaha milik negara. Dalam era digital, media online memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam membentuk persepsi publik melalui praktik framing pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Detik.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan terkait kasus korupsi Pertamina serta bagaimana masing-masing media mengonstruksi isu tersebut secara berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman, yang meliputi empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian berupa teks berita online yang dipublikasikan oleh Detik.com dan Kompas.com pada periode Februari–Maret 2025, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menelaah struktur teks, penekanan narasi, serta bingkai dominan yang dibangun oleh masing-masing media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung membingkai kasus ini dengan menekankan proses hukum, kronologi peristiwa, serta peran aktor individual, sehingga menonjolkan aspek kecepatan dan aktualitas informasi. Sementara itu, Kompas.com lebih banyak membingkai kasus tersebut secara analitis dengan menyoroti tanggung jawab institusional, implikasi moral, serta kelemahan struktural dalam tata kelola. Perbedaan framing ini mencerminkan orientasi redaksional dan tradisi jurnalistik masing-masing media, yang pada akhirnya memengaruhi cara publik memaknai kasus korupsi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media memiliki peran penting dalam membentuk konstruksi realitas sosial terkait isu korupsi.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Djam'an Satori, A. K. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Eriyanto. (2002). Analisis framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. LKiS.
Gitlin, T. (1980). The whole world is watching: Mass media in the making and unmaking of the new left. University of California Press.
Hidayah, S. (2016). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Indrasakti Riau.
Pan, Z., & Kosicki, G. M. (1993). Framing analysis: An approach to news discourse. Political Communication, 10(1), 55–75. https://doi.org/10.1080/10584609.1993.9962963
Reese, S. D. (2001). Prologue: Framing public life. In S. D. Reese, O. H. Gandy Jr., & A. E. Grant (Eds.), Framing public life: Perspectives on media and our understanding of the social world (pp. 7–31). Lawrence Erlbaum Associates.
Satori, D., & Komariah, A. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. https://opac.lib.isi.ac.id/index.php?p=show_detail&id=3186
Suprayitno, D., Ahmad, A., Tartila, T., & Aladdin, Y. A. (2024). Metodologi penelitian kualitatif: Teori komprehensif dan referensi wajib bagi peneliti. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Tuchman, G. (1978). Making news: A study in the construction of reality. The Free Press.
Wahab, R. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Universitas Negeri Yogyakarta.