Kolaborasi Pentahelix dalam Pelaksanaan Kebijakan Kabupaten Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks di Kabupaten Bangka Tengah, yang berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Madya, namun mencatat angka kekerasan anak tertinggi di provinsi, khususnya di lingkungan rumah tangga. Hal ini mengindikasikan kegagalan intervensi pada Klaster Perlindungan Khusus. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi Pentahelix dalam pelaksanaan kebijakan KLA Klaster Perlindungan Khusus di Kabupaten Bangka Tengah, serta memberikan rekomendasi model kolaborasi Pentahelix yang ideal untuk menyelaraskan pencapaian administratif dengan penurunan angka kekerasan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, bersandar pada teori Collaborative Platforms Ansell dan Gash. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan ditetapkan melalui teknik purposive sampling, mewakili kelima unsur Pentahelix. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Pentahelix di Bangka Tengah berhasil secara administratif, namun secara substantif belum maksimal. Tata kelola terbelenggu birokrasi kaku, komunikasi sentralistik, ego sektoral, dan pelibatan aktor non-pemerintah sebatas seremonial.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Afrizal. (2022). Penerapan model kolaborasi Pentahelix dalam pengembangan KLA. Jurnal Antropologi, 4(2).
Ansell, C., & Gash, A. (2018). Collaborative platforms as a governance strategy. Journal of Public Administration Research and Theory, 28(1), 16–32. https://doi.org/10.1093/jopart/mux030
Apriyansyah, M., et al. (2024). Strategi Dinas PPPA dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 10(1).
Arrahman, T., & Suwaryono, I. L. (2024). The Penta Helix model in the development efforts of Agro-Tourism Village Kubu Gadang. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 20(1).
Butchart, A., et al. (2019). Preventing violence against children: A global priority. The Lancet, 394(10206).
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Driatama, D. A. (2024). Tata kelola kolaborasi melalui gerakan masyarakat dalam penanganan kasus stunting di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja. https://ejournal.ipdn.ac.id/JIWBP/article/view/4247
Elizabeth, R., & Hidayat, T. (2019). Implementasi kebijakan Konvensi Hak Anak di Kota Bandung. Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1).
Fitriana, Y., Pratiwi, A., & Sutanto, A. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan kekerasan orang tua pada anak. Al-Sihah: Public Health Science Journal, 7(2). penulis yang sama di jurnal berbeda, tapi bukan artikel yang sama persis)
Hendra, O. (2022). Desa Panggungharjo Yogyakarta: Best practice tata kelola pemerintahan desa melalui collaborative governance. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah. https://ejournal.ipdn.ac.id/JAPD/article/view/2739
Hidayah, E. S. (2020). Implementasi kebijakan pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan pengamen di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 3(2), 84–97. https://doi.org/10.33701/jkp.v3i2.1103
Hughes, K., et al. (2017). The effect of multiple adverse childhood experiences on health: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Public Health, 2(8), e356–e366. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(17)30118-4
Lestari, S. F., Irwan, & Elvawati. (2025). Implementation of the child protection policy through Pentahelix collaboration in West Sumatra Province. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 4(2).
Lubis, E. F., & Zubaidah, E. (2021). Implementasi Program Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pekanbaru. Jurnal El-Riyasah, 12(2).
Lundahl, B. W., Nimer, J., & Parsons, B. (2006). Preventing child abuse: A meta-analysis of parent training programs. Research on Social Work Practice, 16(3), 251–262. https://doi.org/10.1177/1049731505284391
Meilan. (2017). Perlindungan hukum terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa. UIR Law Review, 1(2).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nuriawati, S. A., Hanani, R., & Rahman, A. Z. (2025). Proses collaborative governance dalam kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) pada Klaster V. Journal of Public Policy and Management Review, 14(1).
Pratiwi, A. (2020). Peran media massa dalam model Pentahelix. Jurnal Komunikasi, 11(2).
Putri, A. F., & Hariyanto, B. (2023). Ratifikasi Convention on the Rights of the Child terhadap pemenuhan hak anak. Jurnal Hukum, 12(1).
Setiawan, B. (2021). Peran dunia usaha dalam kolaborasi Pentahelix. Jurnal Inovasi dan Bisnis, 9(3).
Susiawati, T., & Mashur, D. (2025). Collaborative governance dalam penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pekanbaru. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 6(1).
Sutopo, A., & Setiawan, B. (2020). Evolusi model Triple Helix menjadi Pentahelix. Jurnal Inovasi dan Pembangunan, 8(1).
Teguh, T., Arif, A., & Bodo, S. (2020). Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Keadilan: Jurnal Ilmiah Hukum, 9(1).
Tielung, F., Nurdin, N., & Sri, N. (2023). Collaborative governance penanganan bagi korban kekerasan perempuan dan anak melalui rumah aman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah, 15(2), 250–264. https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jpap/article/view/683
Verina, V., Pamungkas, D. B., & Suryapuspita, M. (2023). Kabupaten layak anak: Kebijakan dalam melindungi hak anak di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 6(1), 43–56. https://ejournal.ipdn.ac.id/JKP/article/view/3376