Gangguan Emosional pada Anak Sekolah
Main Article Content
Abstract
Gangguan emosional pada anak usia sekolah merupakan permasalahan kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk gangguan mental emosional yang dialami siswa, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, serta memahami dampak gangguan tersebut terhadap kondisi psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dua subjek remaja perempuan berusia 15 dan 16 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik, pengaruh media sosial, kurangnya dukungan psikososial, dan kondisi keluarga merupakan faktor utama yang memengaruhi kondisi emosional subjek. Kedua subjek menunjukkan respons emosional yang berbeda, mulai dari kemampuan regulasi emosi yang cukup baik hingga kecenderungan mengalami kecemasan dan overthinking. Dari perspektif patologi sosial, kondisi tersebut mencerminkan kesulitan penyesuaian diri terhadap tekanan lingkungan sosial dan perkembangan sosial modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sosial yang positif dari keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam membantu remaja menjaga kesehatan mental.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ak, W. W., & Za, T. (2015). Metodologi penelitian kualitatif & grounded theory. FTK Ar-Raniry Press.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Aningtyas, Y. R., & Setyawati, S. P. (2025). Masa Transisi dari SMP ke Madrasah Aliyah: Tantangan dan Strategi Pendampingan Siswa (Studi Kasus). Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 8, 1065–1073.
Burlian, P. (2016). Patologi sosial. Bumi Aksara.
Endriyani, S., Lestari, R. D., Lestari, E., & Napitu, I. C. (2022). Gangguan mental emosional dan depresi pada remaja. HealthCare Nursing Journal, 4(2), 429–434. https://doi.org/10.35568/healthcare.v4i2.2346
Hartono. (2019). Metodologi Penelitian. Pekanbaru: Zanafa Publishing.
Herdiani, R. T., Sugarni, M., Shaufiah, R., Islamarida, R., Romina, F., Widayati, K., … Rasdianah, N. (2025). Kesehatan Mental Remaja. CV Eureka Media Aksara.
Ismayani, A. (2019). Metodologi penelitian. Syiah Kuala University Press.
Karisma, N., Rofiah, A., Afifah, S. N., & Manik, Y. M. (2023). Kesehatan mental remaja dan tren bunuh diri: Peran masyarakat mengatasi kasus bullying di Indonesia. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(03), 560–567. https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i03.3439
Masrukhin, H. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Media Ilmu Press.
Rinancy, H., Eni, R., Gustin, R. K., & Nataria, D. (2026). Deteksi dini kesehatan mental emosional remaja sebagai upaya mewujudkan generasi emas yang sehat jiwa. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(11), 3426–3433. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i11.1714
Suprayitno, D., Ahmad, A., Tartila, T., & Aladdin, Y. A. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori Komprehensif Dan Referensi Wajib Bagi Peneliti. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.