Fenomena Tayangan Tiktok Konten Hubungan Toxic Akun Tiktok @Heymutt__0 sebagai Bentuk Perilaku Oversharing pada Generasi Z
Main Article Content
Abstract
Media sosial TikTok telah bertransformasi menjadi ruang katarsis digital bagi Generasi Z untuk membagikan dinamika kehidupan pribadi, termasuk konflik asmara. Namun, tren mengunggah detail hubungan yang tidak sehat (toxic relationship) kini bergeser dari sekadar mencari dukungan menjadi perilaku oversharing. Batasan antara privasi dan konsumsi publik menjadi kabur demi validasi sosial atau viralitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi di balik perilaku oversharing konten hubungan toxic oleh Generasi Z di TikTok dan memahami bagaimana fenomena ini mempengaruhi persepsi mereka terhadap privasi dan standar hubungan asmara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode wawancara dan observasi mendalam terhadap konten hubungan toxic dari akun @heymutt__0 dan akun serupa serta wawancara mendalam dengan pengguna TikTok kategori Generasi Z yang aktif mengunggah konten serupa, penelitian ini dibedah menggunakan kerangka teori Uses And Gratification untuk melihat bagaimana individu mengelola batasan informasi pribadi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku oversharing dipicu oleh keinginan untuk mendapatkan validasi emosional (simpati netizen) dan rasa memiliki (sense of belonging) dalam komunitas digital. Terdapat kecenderungan normalisasi konflik privasi demi pemenuhan algoritma. Fenomena ini juga menciptakan standar ganda di mana rasa sakit hati dikomodifikasi menjadi konten kreatif, yang berisiko pada kesehatan mental jangka panjang dan jejak digital yang merugikan.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ariyanti, R. P., & Iman, A. N. (2025). Analisis Resepsi Toxic relationship Pada Remaja Perempuan Melalui Konten Tiktok. Issn : 2656-6125, 7(1), 17–28. https://doi.org/10.31599/8yhcq446
Azkia, W., Safitri, D., & Saipiatuddin, S. (2024). Toxic Relationship Dalam Pacaran Pada Mahasiswa Fis Universitas Negeri Jakarta. Wissen: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2), 175–187. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i2.109
Deandra Rafiq Daffa, Dave Arthuro, Jovanes Agus Fernanda, & Muh. Bintang Widya Pratama. (2024). Gen-Z: Eksplorasi Identitas Budaya Dan Tantangan Sosial Dalam Era Digital. Jurnal Insan Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(2), 169–183. Https://Doi.Org/10.59581/Jipsoshum-Widyakarya.V2i2.3112
Hidayat, A. M. (2023). Self ‐ Disclosure Self ‐ Disclosure. 18(April), 312–323. https://repository.upnjatim.ac.id/25581/7/20043010028-daftarpustaka.pdf
Humairoh, H. A., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2025). Dinamika Toxic Relation Dan Dampaknya Terhadap Akademik Mahasiswa Unj. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 1990–1998. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/4013
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and Gratifications Research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523. https://doi.org/10.1086/268109
Kurniawan, A. S., Fitriana, R., Vrisaliani, M., Adesti, N. S., & Rahmadhani, S. A. (2025). Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Untuk Pemasaran Bisnis Digital Sebagai Media Promosi. Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi, 11(1), 200–209. https://doi.org/10.53494/jira.v11i1.845
Ma’rifah, I., Ghazali, M., Apriyanto, A., Widiyanto, W., Samariansyah, I., Widodo, R. B., Rovendra, E., Siahaya, N., Sudi, M., & Kulsum, N. M. (2025). Ilmu Komunikasi: Teori, Praktek, Dan Aplikasinya.
Moekahar, F., & Hastuti, R. A. (2022). Self-Disclousure: Hidden Talent Remaja Di Tiktok. Koneksi, 6(02), 456–465. https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/20261
Muhammad, R. A. U. B. (2024). Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 10(3), 67–68. https://governance.lkispol.or.id/index.php/description
Mulyana, A., Mahmudah, S. M., Ikom, S., & Ikom, M. (2024). Katarsis Di Era Digital, Rekonstruksi Komunikasi Intrapribadi Dan Antarpribadi. Pt Rekacipta Proxy Media.
Pongantung, H. P., Wowor, M. D., Sumakul, V. D. O., Dotulong, F. X., Patandung, V., Rembet, I., Pondaag, L., & Terok, K. A. (2023). Pentingnya Edukasi Dampak Toxic Relationship Pada Mahasiswa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(2.2), 2162–2169. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/740
Putri, N. L. M. M. D. N. W. Y. A. (2025). Edutik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Volume 5 Nomor 3, Juni 2025. 5, 664–672. https://doi.org/10.53682/edutik.v5i3
Sipahutar, E. M., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2025). Perspektif Gen Z Terhadap Standar Pasangan Ideal Di Tiktok. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 1734–1740. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/3968
Sulianta, F. (2024). Resolusi Konflik Ranah Digital. Feri Sulianta.
Yosida, E. (2025). Persepsi Gen Z Mengenai Perilaku Oversharing Di Media Sosial. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v9i1.4200