Framing Moralistik Religius dalam Ceramah Pasca Banjir di Aceh: Analisis Pesan Kewarganegaraan
Main Article Content
Abstract
Banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 tidak hanya mengganggu kehidupan sosial ekonomi, tetapi juga memunculkan pertarungan penjelasan antara narasi ekologis-struktural dan narasi moralistik religius di ruang publik, terutama melalui mimbar masjid. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ceramah/khutbah pascabanjir membingkai sebab bencana dalam frame moral spiritual serta menilai implikasinya bagi pesan kewarganegaraan, khususnya pembentukan tanggung jawab ekologis, partisipasi mitigasi bencana, dan etika lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dan analisis dokumen terhadap teks/rekaman ceramah, dilengkapi pengodean tematik untuk memetakan pola frame dan rekomendasi tindakan. Hasil menunjukkan dominasi tipologi frame Teguran, Ujian, dan Kifarat yang menjadikan taubat, kesabaran, pembenahan akhlak, dan filantropi sebagai respons utama. Sementara literasi kebencanaan, pengurangan risiko, rehabilitasi DAS, evaluasi tata ruang, dan tuntutan akuntabilitas kebijakan lingkungan kurang ditonjolkan. Akibatnya, ceramah cenderung memproduksi warga ideal sebagai subjek moral, patuh, dan dermawan, namun belum konsisten sebagai subjek ekologis dan subjek kebijakan yang kritis. Disimpulkan bahwa bahasa religius dapat menjadi lebih transformatif bila diintegrasikan dengan penjelasan ilmiah sederhana tentang faktor hidrometeorologi dan degradasi lingkungan, sehingga energi spiritual mendorong kesiapsiagaan komunitas, kontrol sosial terhadap perusakan alam, dan advokasi kebijakan pengurangan risiko bencana.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdul Muhari. (2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Retrieved January 29, 2026, from bnpb.go.id website: https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-tanggal-28-november-2025
Agi. (2025). Distribusi Curah Hujan Aceh 21–27 November 2025 - Stasiun Klimatologi Aceh. Retrieved January 30, 2026, from bmkg website: https://staklim-aceh.bmkg.go.id/distribusi-curah-hujan-aceh-21-27-november-2025/
Agus. (2025a). 15 Ayat Al-Qur’an yang Mengandung Larangan Melakukan Kerusakan di Muka Bumi – UINSI Samarinda. Retrieved January 30, 2026, from uinsi.ac.id website: https://www.uinsi.ac.id/2025/01/15/15-ayat-al-quran-yang-mengandung-larangan-melakukan-kerusakan-di-muka-bumi/
Agus. (2025b). Banjir Rendam 9 Daerah di Aceh, 1.497 Warga Mengungsi. Retrieved January 29, 2026, from Detik.com website: https://www.detik.com/sumut/berita/d-8230206/banjir-rendam-9-daerah-di-aceh-1-497-warga-mengungsi
Amin Abdullah, M. (2014). Religion, science and culture: An integrated, interconnected paradigm of science. Al-Jami’ah, 52(1), 175–203. https://doi.org/10.14421/ajis.2014.521.175-203
Antara. (2025). Situasi terkini desa yang hilang akibat banjir bandang di Aceh Tamiang - ANTARA News. Retrieved January 29, 2026, from Antaranews website: https://www.antaranews.com/foto/5373954/situasi-terkini-desa-yang-hilang-akibat-banjir-bandang-di-aceh-tamiang
DPRA dan Gubernur. (2014). Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pokok-Pokok Syariat Islam. Retrieved January 30, 2026, from https://dsi.acehprov.go.id/media/2023.07/qanun_aceh_nomor_8_tahun_2014_tentang_pokok-pokok_syariat_islam1.pdf?utm_source=chatgpt.com
Entman, R. M. (2006). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Fatimahsyam, F. (2024). Islam and Disaster Risk Reduction: The Role of Local Religious Leaders in Transforming Communities in Gampong Deah Glumpang, Banda Aceh. SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial Dan Budaya, 3(2), 77–86. https://doi.org/10.22373/sinthop.v3i2.6144
Fitria, F., Fitriani, Fikra, H., & Darmalaksana, W. (2025). Sosialisasi Gerakan Menanam 1 Juta Pohon Matoadi Indonesia. Website: Https://Conferences.Uinsgd.Ac.Id/Gdcs, 51, 16–23.
Fitriani, N. (2025). Legal Analysis of the Phenomenon of “No Viral No Justice”: in Law Enforcement and Legal Injustice in Indonesia. Ultimate Journal of Legal Studies, 3(1), 167–172. https://doi.org/10.32734/uljls.v3i1.19642
Junaidi Hanafiah. (2025). Aceh Banjir, Akumulasi Kerusakan Hutan? Retrieved January 29, 2026, from mongabay.co.id website: https://mongabay.co.id/2025/11/29/aceh-banjir-akumulasi-kerusakan-hutan/
Junoh, N., Mohamad, A. M., Mustafa Busu, Z., & Mat Jusoh, N. A. (2021). Islamic Critical Thinking: An Analysis of Its Significance Based on The Al-Quran and Scholarly Views. ‘Abqari Journal, 25(1), 33–48. https://doi.org/10.33102/abqari.vol24no2.377
Lincoln, N. K. D. dan Y. S. (2011). The Sage Handbook of Qualitative Research I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Natrisia Hutagalung, N. (2024). Islam and the Environment: A Conceptual Analysis Based on the Qur’an and Hadith. Muqaddimah: Jurnal Studi Islam, 15(5), 18–31. https://doi.org/10.71247/r0jk0s98
Nazaruddin, M. (2024). Religious modeling of a natural disaster: a cultural semiotic study. Chinese Semiotic Studies, 20(1), 187–209. https://doi.org/10.1515/css-2024-2011
Sandelowski, M. (2000). Focus on research methods: Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing and Health, 23(4), 334–340. https://doi.org/10.1002/1098-240x(200008)23:4<334::aid-nur9>3.0.co;2-g
Sheikhi, R. A., Seyedin, H., Qanizadeh, G., & Jahangiri, K. (2021). Role of Religious Institutions in Disaster Risk Management: A Systematic Review. Disaster Medicine and Public Health Preparedness, 15(2), 239–254. https://doi.org/10.1017/dmp.2019.145
Sun, L., Deng, Y., & Qi, W. (2018). Two impact pathways from religious belief to public disaster response: Findings from a literature review. International Journal of Disaster Risk Reduction, 27, 588–595. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2017.10.004
Vivita, L., Husaini, Anggraini, R., & Dewi, C. (2023). Enhancement of disaster preparedness: Approaches of place attachment and behavior to “build back better” mosque as tsunami evacuation building in Banda Aceh City, Indonesia. Progress in Disaster Science, 19, 100293. https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2023.100293
Wardhana, M. R. S., Rahman, A., Oktari, R. S., & Nishi, Y. (2023). Role of religious leaders as disaster risk communicators: a study in Peukan Bada District-Aceh. E3S Web of Conferences, 464, 09004. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202346409004
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan (III). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Zulkarnaini, Ansor, M., & Masyhur, L. S. (2022). Sharia in power: non-Muslims and the performance of Islamic politics in Aceh public sphere, Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 12(2), 257–283. https://doi.org/10.18326/ijims.v12i2.257-283