Venting Culture dan Solusinya dalam Dakwah Para Rasul

Main Article Content

Arifin Zain

Abstract

Venting merupakan ungkapan perasaan seseorang yang terkait dengan semua sisi kehidupan keseharian seperti pelepasan rasa sedih, rasa susah, rasa marah, tekanan sosial, kehidupan ekonomi bahkan masalah rumah tangga. Tujuan tulisan ini adalah; pertama untuk mengetahui latar belakang para Rasul  melakukan venting kepada Allah. Kedua, untuk menemukan bentuk-bentuk venting yang dilakukan para rasul dan ketiga, untuk menganalisis respon dan solusi yang diberikan Allah. Penelitian ini tergolong kepada penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis kualitatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan : pertama, ada dua faktor yang menyebabkan para rasul melakukan venting, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya ; ingin menjalin hubungan yang intens dan harmonis dengan Allah, ingin melaporkan segala beban yang dihadapi, menunjukkan  kelemahan diri sebagai manusia biasa, risalah kerasulan berasal dari Allah sehingga kepada Allah-lah tempat mengadu untuk menemukan jalan keluar. Adapun faktor eksternal adalah : adanya cobaan dari Allah untuk menguji ketabahan, kesabaran dan ketangguhan para rasul, Allah ingin melihat siapa dari para rasul yang paling kuat dalam menghadapi tantangan umatnya, dan adanya tantangan dakwah yang kuat dari umat mereka. Kedua, bentuk-bentuk venting dilakukan, yaitu berdoa memohon diberikan kekuatan, memohon petunjuk kepada diri mereka sendiri dan kepada umat mereka yang sesat. Ketiga, ada dua respon dan solusi yang diberikan Allah yaitu respon tuntunan dan respon sikap. Respon tuntunan adalah Allah meminta kepada para rasul tersebut agar lebih sabar, ikhlas, tidak marah dan bersedih dalam menghadapi umatnya. Adapun respon sikap adalah dengan mengambil sikap yang sesuai dengan kondisi saat itu, seperti memberikan petunjuk kepada nabi Muhammad untuk melakukan hijrah ke Madinah atau meminta nabi Musa untuk pindah ke Mesir.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Abu Hasan Ali al-Hasany. (1989). Riwayat hidup Rasulullah saw. (B. Arifin & Y. A. Muhdar, Penerj.). Bina Ilmu.

Al-Ghazali, M. (n.d.). Fiqh al-sirah (A. Laila & M. Tohir, Penerj.). Al-Ma’arif.

Al-Maghlouth, S. bin A. (2011). Atlas perjalanan hidup Nabi Muhammad: Napak tilas jejak perjuangan dan dakwah Rasulullah (D. K. Sari et al., Penerj.). Almahira.

Al-Mahfuzh, A. (n.d.). Hidayat al-mursyidin. Dār al-Ma‘rifah.

Al-Mubarrakfuri, S. (2011). Sirah Nabawiyah (K. Suhardi, Penerj.). Pustaka Al-Kautsar.

Arifin, Z. (2015). Sejarah dakwah klasik: Periode Rasulullah dan Khulafa ar-Rasyidin. Citra Sains LKBN bekerja sama dengan Citra Kreasi Utama.

Arnold, T. W. (1981). Sejarah dakwah Islam (A. N. Rambe, Penerj.). Widjaya.

Djam’an Satori, A. K. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Fitrah, M. (2018). Metodologi penelitian: Penelitian kualitatif, tindakan kelas & studi kasus. CV Jejak.

Hartono, A. M., Febriananda, M. S., & Achmada, V. (2022). TikTok sebagai platform venting mendorong cyberbullying Gen-Z. Dalam Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial (SNIIS) 2022 (Vol. 1). https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/35

Hayati, M., & Romziana, L. (2025). Budaya flexing di media sosial dan implikasinya terhadap mentalitas masyarakat Muslim: Perspektif Al-Qur’an dan psikologi sosial. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.25280

Hitti, P. K. (1953). Dunia Arab: Sejarah ringkas (U. Hutagalung & O. D. P. Sihombing, Penerj.). Van Hoeve.

Holt, P. M. (1970). The Cambridge history of Islam (Vol. 2). Cambridge University Press.

Lapidus, I. M. (1999). Sejarah sosial umat Islam (G. A. Mas’adi, Penerj.). RajaGrafindo Persada.

Lohr, J. M., Olatunji, B. O., Baumeister, R. F., & Bushman, B. J. (2007). The psychology of anger venting and empirically supported alternatives that do no harm. The Scientific Review of Mental Health Practice, 5(1). https://psycnet.apa.org/record/2007-19803-003

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.

Muhammad Ridha. (1961). Muhammad Rasulullāh. ‘Isa al-Babi al-Halabi wa al-Syirkah.

Muhyi, M. (2018). Metodologi penelitian. Adi Buana University Press.

Nurusshobah, N., Said, M., & Asiah, S. (2023). Curhat (pengumbaran aib) di media sosial perspektif Al-Qur’an (kajian double movement Fazlur Rahman). Journal Al-Irfani: Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 4(1).

Shihab, M. Q. (1992). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.

Shihab, M. Q. (2007). Tafsir Al-Mishbah (Vol. 5, Cet. IX). Lentera Hati.

Syah Hidayah. (2016). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Indrasakti Riau.

Watt, W. M. (1961). Muhammad: Prophet and statesman. Oxford University Press.

Watt, W. M. (1969). Muhammad: Prophet and statesman. Oxford University Press.

Wicaksana, D. G. A., & Rudy, D. G. (2021). Perlindungan konsumen “curhat online” dalam platform media sosial. Jurnal Magister Hukum Udayana, 10(3). https://doi.org/10.35870/jtik.v7i2.782

Yosida, E. (2025). Persepsi Gen Z mengenai perilaku oversharing di media sosial. Ikraith-Humaniora, 9(1), 7. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v9i1.4200