Representasi Bullying Multi-Dimensi dalam Film Rumah untuk Alie Karya Lenn Liu: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce
Keywords:
Bullying Multi-Dimensi, Representasi, Semiotika Charles Sanders PeirceAbstract
Bullying merupakan permasalahan sosial yang masih terus terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak psikologis, emosional, serta sosial bagi korbannya. Film sebagai media komunikasi massa mampu merepresentasikan fenomena tersebut melalui tanda visual dan verbal yang membentuk makna tertentu. Penelitian ini menganalisis representasi bullying multi-dimensi dalam film Rumah untuk Alie karya Lenn Liu yang disutradarai Herwin Novianto dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian textual research melalui hubungan triadik Representamen, objek, dan Interpretant. Sebanyak lima belas scene dipilih secara purposive dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu bullying dalam lingkup keluarga, bullying dalam lingkup sekolah, serta dampak yang dialami korban. Data dikumpulkan melalui observasi berulang terhadap film, dokumentasi adegan yang relevan, dan studi pustaka, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, triangulasi teori, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying dalam keluarga direpresentasikan melalui kekerasan fisik, verbal, nonverbal, dan psikologis yang membalikkan fungsi rumah dari ruang paling aman menjadi ruang bullying. Bullying di sekolah direpresentasikan melalui penghinaan, penyandungan, intimidasi, pengucilan, hingga cyberbullying yang lahir dari relasi kuasa antarteman sebaya. Dampaknya direpresentasikan melalui memar, tatapan kosong, tangisan dalam kesendirian, dan pengorbanan diri yang menandai hilangnya rasa berharga. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan bullying sebagai rangkaian semiosis yang bersambung lintas ranah keluarga, sekolah, dan digital, bukan sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
Downloads
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Makassar, Indonesia: CV Syakir Media Press. https://books.google.co.id/books?id=JtKREAAAQBAJ
Aisyah, S., & Samtafsir, L. (2025). Stereotype representation in the dynamics of young families: A content analysis of the film Dua Hati Biru: Representasi stereotip gender dalam dinamika keluarga muda: Analisis isi film Dua Hati Biru. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.21070/kanal.v14i1.1855
Alfathoni, M. A. M., & Manesah, D. (2020). Pengantar teori film. Sleman, Indonesia: Deepublish. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=323464
Arlita, C. D. (2024). Bullying dalam drama Korea The Glory season 1 dan 2 (Studi analisis semiotika Charles Sanders Peirce). Persuasi: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 1(1), 178–193. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/psik/article/view/12750
Asri, R. (2020). Membaca film sebagai sebuah teks: Analisis isi film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74–86. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462
Daruhadi, G., & Sopiati, P. (2024). Pengumpulan data penelitian. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 5423–5443. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i5.5181
Dondo, M. L., Daud, A. C., & Muthmainnah. (2026). Hubungan pengalaman menjadi korban bully dengan konsep diri dan harga diri pada remaja. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(1), 752–758. https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.9728
Firanoerma, Z. S., & Wiman, R. W. (2023). Perilaku bullying dalam film A Girl Like Her (Studi semiotik Charles Sanders Peirce tentang bullying dalam film A Girl Like Her). Jurnal Interaksi Sosiologi, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.20884/jis.v2i1.8306
Kurniawan, I. (2025, May 6). Rumah Untuk Alie jadi film Indonesia 2025 ke-13 yang lampaui 500 ribu penonton. Tabloidbintang.com. https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/205037-rumah-untuk-alie-jadi-film-indonesia-2025-ke-13-yang-lampaui-500-ribu-penonton
Leasfita, A., & Goliesman, L. (2025). Representasi bullying dalam film “Anyone Anywhere” menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i1.3469
Li, J., Wu, Y., Yao, M., & Hesketh, T. (2025). Bullying victimization and adolescent mental health: The mediating roles of parent-child relationship and self-esteem. BMC Psychology, 13, 1390. https://doi.org/10.1186/s40359-025-03723-8
Makkiyah, J., & Hasana, N. M. (2025). Representasi ketidakadilan gender dalam keluarga pada film: Rumah untuk Alie. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6). https://doi.org/10.62281/v3i6.2153
Muhopilah, P., & Tentama, F. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 1(2), 99–107. https://doi.org/10.26555/jptp.v1i2.15132
Musrifah. (2022). Personal branding: Membangun karakter melalui content writing berbasis media sosial. Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.58518/alamtara.v6i1.863
Nabila Salsa Widya. (2025). Representasi bullying dalam drama My Nerd Girl season 1. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 2(4), 210–219. https://doi.org/10.62383/abstrak.v2i4.883
Rahardjo, M. (2018). Paradigma interpretif [Bahan ajar]. Sekolah Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. https://repository.uin-malang.ac.id/2437/
Rahman, A. S., & Sjafrizal, T. (2024). Representasi unsur bullying dalam film Please Don’t Save Me (Analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 6(2), 194–204. https://jurnalintelektiva.sthf.ac.id/index.php/jurnal/article/view/1067
Sideridis, G., & Alghamdi, M. H. (2023). Bullying in middle school: Evidence for a multidimensional structure and measurement invariance across gender. Children, 10(5), 873. https://doi.org/10.3390/children10050873
Sidiq, U., & Choiri, M. M. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Ponorogo, Indonesia: CV Nata Karya. https://library.uinmataram.ac.id/index.php?id=33156&keywords=&p=show_detail
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta. https://lib.umpr.ac.id/opac/detail-opac?id=10438
Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. EDU RESEARCH, 5(3), 110–116. https://doi.org/10.47827/jer.v5i3.238
Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Yulianti, Y., Pakpahan, I., Angraini, D., Ayunabilla, R., Febia, A. A., & Habibi, M. I. (2024). Dampak bullying terhadap kesehatan mental. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(1), 153–160. https://doi.org/10.31602/jmbkan.v10i1.13212
Zakia, E. (2025, October 5). Lonjakan statistik kasus bullying di Indonesia, ini data setiap tahunnya! GoodStats. https://goodstats.id/article/data-kasus-bullying-di-indonesia-yG3WL
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indah Firda Lidyanibras, Legisan S Samtafsir, Yumelda Sari, Lianda Rachmadany Sinaga (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









