Representasi Pesan Komunikasi Publik dalam Lukisan GuernicaPablo Picasso: Studi Semiotika Roland Barthes
Keywords:
Guernica, Komunikasi Visual, Pesan Anti-Perang, Roland Barthes, SemiotikaAbstract
Lukisan Guernica karya Pablo Picasso tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi visual yang merepresentasikan penderitaan, kekerasan, dan dampak kemanusiaan akibat perang. Permasalahan penelitian berangkat dari perlunya memahami bagaimana pesan anti-perang dalam Guernica dibangun melalui tanda-tanda visual yang tidak disampaikan secara verbal. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi pesan anti-perang dalam lukisan Guernica melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos berdasarkan semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif. Data primer berupa visual lukisan Guernica, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi penanda visual, mendeskripsikan makna denotatif, menafsirkan makna konotatif, serta mengungkap mitos atau ideologi yang dinaturalisasi melalui rangkaian tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur ibu yang kehilangan anak, kuda terluka, banteng, burung merpati, prajurit gugur, perempuan membawa lampu minyak, perempuan terbakar, perempuan berlari, serta penggunaan warna monokrom secara bersama-sama merepresentasikan penderitaan, kehilangan, trauma, ketakutan, rapuhnya perdamaian, harapan, dan kegagalan kekerasan. Pada tingkat mitos, Guernica membangun ideologi anti-perang dengan menempatkan perang sebagai tragedi kemanusiaan, bukan sebagai bentuk kepahlawanan atau kejayaan.
Downloads
References
Arnheim, R. (2006). The genesis of a painting: Picasso’s Guernica. Berkeley, CA: University of California Press. https://www.ucpress.edu/books/the-genesis-of-a-painting/paper
Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath, Trans.). London, England: Fontana Press. https://books.google.com/books?id=U_8yYj9h7aIC
Corbin, J. (1999). Images of war: Picasso’s Guernica. Visual Anthropology, 13(1), 1–21. https://doi.org/10.1080/08949468.1999.9966786
Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London, England: SAGE Publications. https://books.google.com/books?id=Vs-BdyhM9JEC
Kress, G., & van Leeuwen, T. (2021). Reading images: The grammar of visual design (3rd ed.). London, England: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003099857
Mees, L. (2007). Guernica/Gernika como símbolo. Historia Contemporánea, (35), 529–557. https://doi.org/10.1387/hc.4107
Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofía. (n.d.). Guernica. Retrieved September 14, 2026, from https://www.museoreinasofia.es/en/collections/artwork/guernica-0
Sobur, A. (2018). Semiotika komunikasi. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya. https://slims.untan.ac.id/buku/index.php?id=25805&p=show_detail
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif dan konstruktif (3rd ed.). Bandung, Indonesia: Alfabeta. https://inlislite.ipdn.ac.id/opac/detail-opac?id=14832
Xifra, J., & Heath, R. L. (2018). Publicizing atrocity and legitimizing outrage: Picasso’s Guernica. Public Relations Review, 44(1), 28–36. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2017.10.006
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eifelino Rivaldo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









