Representasi dan Resistensi Perempuan dalam Naskah Drama Opera Kecoa Karya N. Riantiarno

Authors

  • Ferson Letsoin Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara Author

Keywords:

Representasi, Resistensi, Perempuan, Opera Kecoa, Kritik Sastra Feminis

Abstract

Drama modern Indonesia kerap menempatkan perempuan marginal sebagai alegori ketertindasan kelas, namun kajian atas Opera Kecoa (1985) karya N. Riantiarno selama ini didominasi perspektif sosiologi sastra dan pendidikan karakter, sehingga dimensi gendernya belum tergarap. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi tokoh perempuan dalam Opera Kecoa serta mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi mereka terhadap dominasi patriarki berlapis. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis, dengan naskah drama Riantiarno sebagai sumber data primer. Data berupa dialog, petunjuk laku, dan lirik lagu dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, dan keabsahannya dijamin melalui kecukupan referensial serta triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan dalam tiga posisi, bukan dua. Pertama, sebagai objek opresi struktural: tubuh Tuminah dikomodifikasi oleh Pejabat yang mendikte "gaya" seksualnya, sementara Kasijah, pelacur pensiunan yang mengidap sifilis dan hilang ingatan, menjadi gambaran nasib akhir tubuh yang terkomodifikasi. Kedua, sebagai agen resistensi: Tarsih menolak penggusuran secara terbuka dengan mendasarkan diri pada sertifikat tanahnya, sementara Tuminah mengalihkan transaksi seksual menjadi daya tawar politik dengan menuntut jaminan tertulis bagi keselamatan komunitasnya. Ketiga, Julini, tokoh waria, memperluas kategori feminitas tertindas melampaui perempuan biologis, dan pada akhirnya dipatungkan negara sebagai strategi kooptasi. Resistensi tersebut tetap parsial: Tarsih tewas dalam kebakaran dan komunitas kembali ke gorong-gorong, menandakan bahwa Riantiarno membangun kesadaran kritis tanpa menjanjikan pembebasan struktural.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Artawan, G. (2023). Menembus patriarki. Depok: Rajawali Pers. https://books.google.com/books?id=l0nfEAAAQBAJ

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta: Media Pressindo. https://books.google.com/books?id=GCS_EAAAQBAJ

Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian ekologi sastra. Yogyakarta: Media Pressindo. https://books.google.com/books?id=RiG_EAAAQBAJ

Fakih, M. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: SAGE Publications.

Kadir, H., Bambang, S., Gaga, D. K., Kadir, W., Paputungan, L., & Nurdin, N. (2025). Representasi realisme sosial dalam drama Umang-umang karya Arifin C. Noer: Kajian sosiologi Ian Watt. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3879–3884.

Logita, E. (2019). Analisis sosiologi sastra drama "Opera Kecoa" karya Noerbertus Riantiarno. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 47–68. https://doi.org/10.31943/bi.v4i1.10

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Pradopo, R. D., Supadjar, D., Triyono, A., Indriani, R., Suwando, T., Soeratno, S. C., . . . Agustian, A. (2001). Metode penelitian sastra. Yogyakarta: [nama penerbit].

Putro, A. P., Waluyo, H. J., & Wardhani, N. E. (2020). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah drama Opera Kecoa karya N. Riantiarno. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.15408/dialektika.v7i1.6188

Riantiarno, N. (1986). Opera Kecoa (Cet. 2). Jakarta: Teater Koma.

Sugihastuti, & Suharto. (2016). Kritik sastra feminis: Teori dan aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wahyuningsih, L., Wahyu, R., Margareta, T., & Nur R. A., A. (2024). Analisis kritik sosial dalam naskah drama Opera Kecoa karya Nano Riantiarno. Jurnal Bastrindo, 5(2), 73–90. https://doi.org/10.29303/jb.v5i2.1501

Wiyatmi. (2012). Kritik sastra feminis: Teori dan aplikasinya dalam sastra Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Downloads

Published

2026-06-15