Relevansi Nilai-Nilai Humanisme dan Nasionalisme dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

Authors

  • Putri Hasan Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara Author
  • Sarmina Ati Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara Author

Keywords:

Humanisme, Nasionalisme, Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer, Analisis Isi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis identitas dan melemahnya rasa kebersamaan di tengah arus globalisasi, sementara sastra sejarah seperti novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer menyimpan nilai humanisme dan nasionalisme yang berpotensi menjadi pedoman pembentukan karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud nilai humanisme dan nasionalisme dalam novel tersebut serta menjelaskan relevansi keterkaitan keduanya bagi kehidupan masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data primer berupa teks novel, dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan indikator nilai, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel memuat nilai humanisme berupa persamaan derajat, penegakan hak asasi manusia, kepedulian sosial, dan kebebasan berpikir, yang tercermin melalui tokoh Minke, Nyai Ontosoroh, dan Annelies. Nilai nasionalisme terwujud dalam kesadaran identitas bangsa, semangat persatuan, perlawanan terhadap penindasan, dan keinginan memajukan bangsa. Kedua nilai tersebut saling berkelindan: humanisme menjadi landasan moral perjuangan, sedangkan nasionalisme memberi arah konkret bagi semangat kemanusiaan. Temuan ini melengkapi kajian terdahulu yang cenderung mengkaji nilai nasionalisme dan humanisme secara terpisah, dengan menegaskan keterpaduan keduanya sebagai satu kesatuan gagasan dalam pemikiran Pramoedya Ananta Toer yang tetap relevan bagi pembentukan karakter generasi masa kini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, B. (2006). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of nationalism (Rev. ed.). Verso.

Assahab, A., Erawati, M., & Junaidi, J. K. (2023). Gambaran nasionalisme pada awal kebangkitan nasional dalam novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 3(2), 21–32. https://doi.org/10.22437/jejak.v3i2.24874

Badio, S., Nurgiyantoro, B., & Hartono, H. (2019). Nilai perjuangan dalam novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer. Indonesian Language Education and Literature, 5(1), 33–46. https://doi.org/10.24235/ileal.v5i1.3723

Bhabha, H. K. (1984). Of mimicry and man: The ambivalence of colonial discourse. October, 28, 125–133. https://doi.org/10.2307/778467

Farhana RM, F., & Aflahah, A. (2019). Kolonialisme dan nasionalisme dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 10–25. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v1i1.2946

Hastuti, N. (2018). Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian sosiologi sastra. Humanika, 25(1), 64–74. https://doi.org/10.14710/humanika.v25i1.18128

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Said, E. W. (1978). Orientalism. Pantheon Books.

Sumarno, S. (2020). Analisis isi dalam penelitian pembelajaran bahasa dan sastra. Edukasi Lingua Sastra, 18(2), 36–55. https://doi.org/10.47637/elsa.v18i2.299

Toer, P. A. (2011). Bumi Manusia. Lentera Dipantara. (Original work published 1980)

Tumbole, G. F. F., & Cholsy, H. (2022). Strategi penerjemahan kata sapaan dengan konteks sosial dan budaya dalam novel Bumi Manusia terjemahan bahasa Inggris. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(3), 589–602. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.432

Wellek, R., & Warren, A. (1956). Theory of literature. Harcourt, Brace and Company.

Downloads

Published

2026-06-15