Agro-Ekowisata Herbal Karo di Desa Doulu dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis

Authors

  • Windy Afriani Universitas Sumatera Utara Author
  • Novi Rahmadhani Universitas Sumatera Utara Author

Keywords:

Agrowisata, Arsitektur Ekologis, Herbal, Kearifan Lokal, Keberlanjutan, Minyak Karo

Abstract

Kabupaten Karo memiliki kekayaan tanaman herbal dan praktik etnobotani yang mengakar kuat dalam sistem sosial-budaya masyarakat setempat, khususnya dalam produksi Minyak Karo sebagai produk unggulan berbasis kearifan lokal. Namun, potensi ini belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam kerangka pengembangan kawasan wisata yang berdampak ganda terhadap ekonomi, budaya, dan ekologi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan Agro-Ekowisata Herbal Karo di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan menggunakan pendekatan arsitektur ekologis sebagai kerangka desain utama. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yang mengintegrasikan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan studi kasus komparatif, dengan analisis tapak secara spasial-ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tapak Desa Doulu pada ketinggian ±1.300 mdpl memiliki daya dukung ekologis yang memadai untuk pengembangan kawasan agroekowisata berbasis herbal. Konsep perancangan yang dihasilkan mengintegrasikan tiga zona fungsional produksi, edukasi-interpretasi, dan rekreasi-relaksasi dalam satu sistem spasial terpadu yang responsif terhadap iklim, kontur, dan budaya setempat. Penerapan strategi desain pasif, penggunaan material lokal rendah emisi, serta pelibatan aktif komunitas dalam sistem produksi menjadi pilar utama keberlanjutan kawasan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan arsitektur ekologis tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga mampu menjadi instrumen pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam konteks pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Calvin, J., Affrilyno, & Purnomo, Y. (2025). Perancangan kawasan agrowisata berbasis hortikultura di Kecamatan Pontianak Utara. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, 13(1).

https://doi.org/10.26418/jmars.v13i1.82910

Elfahmi, Woerdenbag, H. J., & Kayser, O. (2014). Jamu: Indonesian traditional herbal medicine. Journal of Herbal Medicine, 4(2), 51–73. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2210803314000049?via%3Dihub

Ginting, R. A., Fahreza, A., & Sembiring, L. (2015). Studi etnobotani tanaman obat pada masyarakat Karo di Sumatera Utara. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, dan Kesehatan, 2(1), 45–58. https://doi.org/10.59003/nhj.v5i5.1722

Guy, S., & Farmer, G. (2001). Reinterpreting sustainable architecture: The place of technology. Journal of Architectural Education, 54(3), 140–148. https://www.jstor.org/stable/1425580

Kania, I. D. M., & Setiobudi, A. (2023). Identifikasi potensi agrowisata di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional FTSP Itenas.

Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery (4th ed.). John Wiley & Sons.

Nasution, J., Amrul, H. M. Z. N., & Dasopang, E. S. (2022). Etnomedisin Karo di Sumatera Utara. Jurnal Biologi Papua, 14(1), 72–77. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP/article/view/1879

Pitaloka, D. (2017). Hortikultura: Potensi, pengembangan dan tantangan. FTIKA UNIRA Malang, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.33379/gtech.v1i1.260

Saputra, K., & Perangin-Angin, M. I. (2018). Klasifikasi tanaman obat berdasarkan ekstraksi ciri morfologi daun menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jurnal Informatika, 5(2), 169–174. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ji/article/view/3770

Senewe, R. W., Loho, A. E., & Sondakh, M. L. (2017). Faktor pendukung dan penghambat usahatani stroberi di Kelurahan Rurukan dan Rurukan Satu. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 12(1A), 145–154. https://doi.org/10.35791/agrsosek.13.1A.2017.15555

Situmorang, M. T. N. (2025). Ekowisata: Konsep, prinsip, dan praktik berkelanjutan di era disrupsi. Literasi Langsung Terbit.

Suriadikusumah, A. (2014). Agroekowisata: Konsep integrasi pertanian, konservasi, dan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Agrikultura, 25(3), 190–198.

Tajer, A., & Demir, C. (2022). Ecotourism and sustainable rural development: A systematic review. Journal of Ecotourism, 21(3), 213–231.

The International Ecotourism Society. (2022). What is ecotourism? https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/

Yuliani, S. (2012). Paradigma ekologi arsitektur sebagai metode perancangan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 10(1), 12–19. https://www.academia.edu/7257308/paradigma_ekologi_arsitektur_sebagai_metode_perancangan_dalam_pembangunan_berkelanjutan_di_indonesia

Downloads

Published

2026-05-01