LANDASAN FILOSOFIS DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA AL-MUTTAQIN TASIKMALAYA
Keywords:
Landasan Filosofis, Ki Hajar Dewantara, Bimbingan KonselingAbstract
Artikel ini menyelidiki landasan filosofis bimbingan dan konseling (BK) di SMA Al-Muttaqin dengan menekankan penerapan Sistem Among yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini berfokus pada bagaimana tiga prinsip utama Sistem Among "ing ngarso sung tulodo," "ing madyo mangun karso," dan "tut wuri handayani" diimplementasikan dalam praktik layanan BK, termasuk proses identifikasi masalah, intervensi, dan harapan untuk pengembangan layanan di masa depan. Melalui wawancara dengan konselor, studi dokumen, dan observasi partisipasi, penelitian ini menganalisis berbagai permasalahan yang dihadapi siswa di masing-masing jenjang kelas, serta pendekatan konseling yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Al-Muttaqin berupaya menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan humanis. Dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa, layanan BK di sekolah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal. Penelitian ini juga merekomendasikan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas implementasi filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam konteks yang lebih luas.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vanessa Syahbani Putri Hendaris, Arvan Wildan Kaspilpaz, Dinda Putri Widiani, Muhammad Fadhil, Hadrani Wisda Islah, Maitsa Nafisa Salwa Ainoor, Nurul Afny (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









